Monday, June 15, 2015

Korelasi yang bertentangan, namun sempurna :)

Ayah sosok yang keras, tegas, selalu memberikan banyak aturan dan targetan untuk anak - anaknya ..
Namun dibalik itu ayah yang mampu membangkitkan semangat, mengubah pola pikir ke depan dan menjadikan mental baja .. 
Kata-katanya yang terkadang kasar namun sangat memotivasi.. 
Benar-benar merindukan sosok beliau :')

Ibu yang sangat kuatir saat anknya menenteskan air mata, sering memberi wejangan-wejangan yang terkadang tak kita hiraukan, pahlawan dalam hidup selalu memberikan kasih sayang yang tak pernah lelah, mendekap anak-anaknya kala siang dan dinginnya malam, mampu ceriakan hati ini saat terpuruk .. Suatu sosok yg indah yg tak mungkin tergantikan oleh siapapun ...

Suatu korelasi yg sempurna antara bapak dan ibu, saling melengkapi dan berbagi .. 
Kerikil dan batu-batu besar dalam hidup mampu mereka lewati hingga maut yg memisahkan ..
Sangat beruntung memiliki kedua org tua seperti beliau .. 
Semoga bapak tenang dan tersenyum di alam barzah, setiap doaku selalu terselip namamu .. 
Dan smoga kesehatan serta kebahagiaan melekat selalu untuk ibu, hanya doa2 terbaik yg mampu kuberikan ..
Terimakasih atas semua yg telah bapak ibu beri, tak ternilai smua yg telah ak rasa dan dapatkan..  Terimakasih Ya Allah hamba diciptakan pada lingkungan yg istimewa :)
Pengharapan yang belum terwujud smoga segera dijalankan. 
Hidup mati rejeki jodoh semua kuasaMU, 
hamba hanya mampu berdoa, usaha, dan bersyukur.. 
Jadikan hamba sosok yg bermanfaat dan mampu membahagiakan bapak ibu serta orang-orang di sekitar saya .. 
KaruniaMU sungguh indah Ya Robbi :')

Fabiayyiallahirobbikumatukaziban........

-hoka rahayu-

Self Development

Semangaaattt Pagiiii !
lagi pengen share dari kiriman temen di grup whatsapp nih, jadi bisa dibaca berulang-ulang kalo pengen dan buat self reminder :)
*gak ada niatan rasis ato provokatif yaa gaes* kita sama-sama ambil positifnya aja ...

Prof. Aik Kwang dr University of Queensland, dlm bukunya "Why Asians Are Less Creative Than Westerners" (2001) yg dianggap kontroversial tapi ternyata menjadi "best seller".  mengemukakan bbrp hal ttg bangsa2 Asia yg telah membuka mata & pikiran banyak orang:
1. Bagi kebanyakan org Asia, dlm budaya mereka, ukuran sukses dlm hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang & harta lain). Passion (rasa cinta thdp sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreatifitas kalah populer oleh profesi dokter, lawyer, dan sejenisnya yang dianggap bs lbh cepat menjadikan seorang utk memiliki kekayaan banyak.
2. Bagi org Asia, banyaknya kekayaan yg dimiliki lbh dihargai drpd CARA memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai cerita, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak krn beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila perilaku koruptif pun ditolerir/ diterima sbg sesuatu yg wajar.
3. Bagi org Asia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis "kunci jawaban" bukan pada pengertian. Ujian Nasional, tes masuk PT dll semua berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa diharuskan hafal rumus2 Imu pasti dan ilmu hitung lainnya bukan diarahkan utk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus rumus tersebut.
4. Karena berbasis hafalan, murid2 di sekolah di Asia dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi "Jack of all trades, but master of none (tahu sedikit sedikit ttg banyak hal tapi tidak menguasai apapun).
5. Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Asia bisa jadi juara dlm Olympiade Fisika, dan Matematika. Tapi hampir tidak pernah ada org Asia yang menang Nobel atau hadiah internasional lainnya yg berbasis inovasi dan kreativitas.
6. Orang Asia takut salah (KIASI) dan takut kalah (KIASU). Akibat- nya sifat eksploratif sbg upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian untuk mengambil resiko kurang dihargai.
7. Bagi kebanyakan bangsa Asia, bertanya artinya bodoh, makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah
8. Karena takut salah & takut dianggap bodoh, di sekolah atau dlm seminar atau workshop, peserta jarang mau bertanya tetapi stlh sesi berakhir peserta mengerumuni guru / narasumber utk minta penjelasan tambahan.
Dlm bukunya Prof. Aik Kwang menawarkan bbrp solusi sbb:
1. Hargai proses. Hargailah org krn pengabdiannya bkn krn kekayaannya. Percuma bangga naik haji atau membangun mesjid atau pesantren tapi duitnya dari hasil korupsi
2. Hentikan pendidikan berbasis kunci jawaban. Biarkan murid memahami bidang yang paling disukainya
3. Jangan jejali murid dgn banyak hafalan, apalagi matematika. Untuk apa diciptakan kalkulator kalau jawaban utk X x Y harus dihapalkan? Biarkan murid memilih sedikit mata pelajaran tapi benar2 dikuasainya
4. Biarkan anak memilih profesi berdasarkan PASSION (rasa cinta) nya pada bidang itu, bkn memaksanya mengambil jurusan atau profesi tertentu yg lbh cepat menghasilkan uang
5. Dasar kreativitas adlh rasa penasaran berani ambil resiko. AYO BERTANYA!
6. Guru adlh fasilitator, bkn dewa yg hrs tahu segalanya. Mari akui dg bangga kalau KITA TDK TAU !
7. Passion manusia adalah anugerah Tuhan, sbg org tua kita bertanggung-jawab untuk mengarahkan anak kita untuk menemukan passionnya & mensupportnya.
Mdh2an dg bgt, anak2 & cucu kits bs kreatif, inovatif tapi juga memiliki integritas & idealisme tinggi tanpa korupsi.


Dari postingan Pak Herry Zudianto

Friday, May 8, 2015

Ibu, Bersabarlah. Suatu Saat Nanti Aku Pasti Akan Membawa Pria Pilihanku untuk Meminta Restu Padamu


Berbicara soal jodoh memang tak ada yang tahu ya, Bu. Jodoh itu — kata orang-orang yang sudah menemukannya — memang suatu misteri terbesar dunia. Ibuku sayang, aku tahu semakin hari ibu semakin khawatir padaku. Di usiaku yang semakin matang ini, aku masih saja betah melajang. Setiap kali kita sarapan dan makan malam bersama, ibu tak pernah lupa menyinggungku tentang pernikahan.
Aku tahu ibu mulai resah dengan masa depanku. Aku tahu ibu dan ayah ingin sekali segera menggelar pesta hajatan pernikahanku. Iya Bu, aku pun juga ingin membawa lelaki pilihanku yang akan jadi penggenap imanku kelak ke hadapan ayah dan ibu. Tapi sayangnya bukan sekarang, Bu. Maukah ibu bersabar menunggu momen bahagia itu? Bersabarlah sebentar ya Bu, pasti suatu saat nanti aku akan menikah dengan pria pilihan hatiku yang juga kau restui.


Aku belum ingin menikah bukan karena aku sedang menutup diri, Bu. Hanya saja, aku belum menemukan lelaki tepat yang bisa menjadi imamku.

Hanya saja aku masih belum menemukan laki-laki yang tepat, Bu. 
Aku masih muda ‘kan ibu? Ada banyak hal yang ingin aku rasakan, satu per satu ingin kuwujudkan cita-citaku. Bolehkah aku tidak memikirkan hal-hal yang berbau pernikahan dulu, Bu? Aku tahu Bu, dalam hatimu selalu ada keinginan untuk segera melihat kebahagiaanku, dan ibu berharap bisa sesegera mungkin aku bisa melihatku duduk berdampingan di pelaminan didampingi oleh lelaki yang tepat.
Lelaki tampan, bijaksana dan bertanggung jawab seperti ayah, yang sampai sekarang tidak pernah lelah menjadi pelindung kita. Aku mengerti keresahan hati ibu. Melihat teman-temanku sudah mempunyai pendamping hidup. Melihat teman-teman ibu sudah menggendong cucu, dan ibu masih selalu tersenyum dengan tulusnya ketika aku cerita kalau aku gagal lagi membina sebuah hubungan.
Bukan berarti aku egois dengan apa yang terjadi padaku, Ibuku sayang. Tapi maukah ibu menunggu sebentar? Aku tak ingin gegabah mengambil keputusan untuk menikah. Aku tak ingin terburu-buru menikah karena melihat satu per satu teman-temanku sudah menikah, dan aku memang belum menemukan sosok lelaki yang bisa menjadi imamku kelak. Tak usah Ibu khawatir. Percayalah Bu, bahwa kelak akan ada lelaki hebat yang akan kukenalkan pada Ibu.



Lagipula, aku masih ingin menikmati kegilaanku bersama sahabat-sahabatku. Bolehkah jika aku masih ingin berpuas-puas menikmati masa lajangku ini, Bu?

aku masih ingin menikmati kegilaan bersama teman-temanku. 
Sahabat bagiku adalah orang-orang yang selalu menghiburku baik di kala duka maupun suka. Tapi tenang saja Bu, Ibu tetap nomor satu dari sekian banyak hal yang menjadi alasan aku untuk bahagia. Karena itulah Bu, aku meminta izin padamu, bolehkah aku punya waktu lebih lama yang kuhabiskan bersama teman-teman? Setiap aku bersama mereka, sejenak aku bisa melupakan keletihanku karena kegiatan yang banyak menyita waktu.
Jangan kau marah Ibu, karena sesungguhnya waktu yang kuhabiskan bersama mereka tak sebanding dengan waktu yang aku habiskan bersama Ibu. Ibu selalu menegurku saat aku lupa waktu karena terlalu banyak menghabiskan waktu bersama mereka. Sampai terkadang adu mulut dengan ibu jadi tidak terelakkan. Maafkan aku ibu, bukan berarti aku tidak menghormatimu. Aku tahu ibu melakukan semua ini karena ibu khawatir padaku.
Mungkin ibu khawatir dengan setiap waktu yang kuhabiskan dengan temanku hanya sia-sia belaka. Atau mungkin ibu juga khawatir aku “kebablasan” bergaul dengan teman-temanku. Tenang ibu, setiap kali aku mau melakukan sesuatu, tidak pernah sedetikpun aku melewatkan semua nasihat-nasihat Ibu.
Karena saat aku sudah menjadi istri nanti, aku tak lagi bisa sebebas ini, Bu. Aku sadari akan hal itu. Diam-diam aku memperhatikan para pengantin baru, aku mendengar cerita dari Ibu, tentang bagaimana menjadi seorang istri yang baik. Aku harus patuh dengan suamiku, aku harus mendahulukan kepentingan rumah tangggaku di atas keinginan pribadiku.
Saat aku menikah nanti, aku pasti masih bisa bertemu dan menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabatku, namun porsinya akan jauh lebih sedikit. Jika biasanya akau hanya butuh izin dari ibu dan ayah untuk bermain dengan sahaba-sahabatku, nantinya aku harus menunggu izin dari suamiku, dan pastinya aku juga harus memenuhi kewajibanku sebagai istri terlebih dahulu. Aku belum siap untuk itu, Bu.

Jangan resah jika ibu melihatku melakukan apapun seorang diri. Percayalah, anak gadismu ini sekarang sudah menjadi wanita tangguh yang mandiri.

Jangan resah bu, sekarang aku sudah mandiri 
Banyak yang bilang kalau aku itu wonder women lho, Bu. Tahu ‘kan Bu wonder women itu artinya apa? Itu julukan pada wanita hebat yang jarang mengeluh dengan setiap keadaan. Wanita yang kembali bangkit setiap kali jatuh.
Anak gadis ibu yang dulu ibu timang-timang, sekarang telah berubuah menjadi wanita tangguh dan mandri. Tenang bu, meskipun begitu aku tidak melupakan kodratku sebagai wanita kok. Aku tetap seorang wanita yang perlu tempat untuk berlindung. Seperti ibu yang berlindung disamping ayah.
Aku masih bisa pergi sendiri, makan sendiri, ke mall sendiri, bahkan yang paling ekstrim pergi ke kondangan teman juga sendirian. Dan sampai sekarang aku masih baik-baik saja kok, Bu.
Bukan berarti karena aku masih sendiri, aku tidak bisa melakukan banyak hal seperti pasangan-pasangan itu, Bu. Aku belajar mandiri berkat ibu ‘kan? Ibu dan ayah selalu mengajariku untuk menjadi perempuan hebat dan tangguh, tak mudah bergantung pada orang lain. Meskipun terkadang tidak jarang juga aku menangis di hadapanmu, tapi bukan berarti aku lemah bu, itu karena bagiku engkau tempat aku mencurahkan semuanya.
Tak kupungkiri, aku pun mendambakan seorang pendamping yang bisa menjadi penopangku nanti bu. Aku pun ingin memiliki pendamping yang bisa menjadi tempat berbagi hati, cerita, suka, dan duka. Tapi aku masih ingin menikmati kemandirianku sejenak, bu. Tak salah ‘kan jika aku ingin merasakan hidup sebagai perempuan yang mandiri?

Sungguh aku pun ingin membina keluarga dan menjadi ibu rumah tangga yang baik. Namun, aku juga masih ingin menggeluti karir yang selama ini aku impikan, Bu.

Aku juga tidak ingin berakhir menjadi wanita karir yang lupa kapan aku harus mengakhiri masa lajang. Aku tidak berpikir seperti itu ibu, keinginan untuk membina rumah tangga dan menjad seorang ibu itu selalu tetap ada.
Tapi, pekerjaan ini seolah menghiburku. Pekerjaan ini menjadi pengalih perhatianku dari hal-hal semacam itu. Pekerjaanku memang belum bisa menjadikanku jutawan, tapi karena pekerjaan ini aku jadi berharga di mata ibu, keluarga, dan masyarakat. Pekerjaan ini adalah yang aku inginkan semenjak aku duduk di bangku kuliah dan mati-matian meraih gelar sarjanaku.
Maka, izinkan aku Bu untuk sejenak menggeluti lebih dalam lagi pekerjaanku ini. Aku ingin mengembangkan lagi kemampuanku, aku masih haus banyak pengalaman, dan aku masih ingin banyak berkarya lagi.Sedang pekerjaanku ni tak memungkinkan bagiku lagi jika aku harus menikah saat ini.
Meskipun penghasilannya tidak seberapa dan mungkin aku hanya bisa membelikan ibu dan ayah selembar kain batik, tapi aku merasa hidup sebagai manusia di tempat ini, Bu.. Maaf ya Ibu, aju belum bisa membelikan perhiasan mahal untukmu. Tunggulah sebentar lagi, mungkin aku bisa membelikannya untuk ibu. Asalkan ibu tidak selalu menanyakan kapan aku menikah, Hehehe…

Lagipula Bu, aku masih ingin bermanja-manja dan menghabiskan waktu bersamamu ibu. Sebelum nanti aku harus pergi meninggalkan rumah untuk ikut suami.

Aku masih ingin bermanja-manaj dengan ibu.
Ibu pasti tahu ‘kan kalau aku sudah menikah kemudian aku tidak lagi tinggal bersamamu lagi? Ibu juga pasti tahu kalau suatu saat nanti aku akan meninggalkan ibu dan ayah, dan pindah untuk bermukim mengikuti suami? Mungkin nanti aku akan berkunjung kerumah ibu satu minggu sekali, satu bulan sekali, atau bahkan satu tahun sekali ibu. Demi apapun, aku belum siap untuk menjalani hal itu, Bu.
Aku masih ingin menjadi putri kecil ibu yang merajuk manja di dalam pelukanmu. Aku masih ingin menjadi gadis kecil ibu yang diam-diam keluar malam untuk jajan kudapan malam di depan rumah. Aku masih ingin menikmati masakan ibu saat aku pulang. Aku masih ingin mendengar omelan-omelan ibu saat aku malas bersih-bersih rumah. Dan aku masih ingin merasakan hangatnya rumah ini lebih lama lagi, Bu.
Untuk itu, betapa aku masih ingin menghabiskan waktu bersama ibu dan ayah. Merawat engkau dan ayah selagi sakit, belajar memasak, belajar menjadi peran sepertimu di rumah kita yang sederhana ini. Ajari aku Bu sebelum nantinya aku beralih peran dari seorang gadis kecil yang manja menjadi seorang ibu sepertimu.

Janganlah resah ibuku, pasti suatu saat nanti aku akan menemukan sesosok lelaki bertanggung jawab yang kelak akan menggantikan tugasmu dan ayah dalam menjagaku.


Suatu hari nanti aku akan mengenalkan lelaki pilihanku padamu, Jangan khawatir, Bu. Dia jodohku pasti orang terbaik yang dipilihkan olehNya karena apa? Karena Tuhan tahu, bahwa orang terbaik yang menjagaku sampai sekarang adalah ayah dan ibu terbaik di dunia dan karena itulah Tuhan pasti mengirimkan seseorang terbaik juga.
Jangan pula khawatir aku akan jadi perawan tua, Bu. Aku percaya jika aku akan bertemu dengan jodohku nanti di waktu dan momen yang tepat. Bukan terburu-buru ataupun terlambat, kapanpun itu aku percaya bahwa itu adalah rencana yang telah diatur oleh Sang Maha Kuasa.
Jangan khawatir dengan bisik-bisik tetangga, tentang aku yang saat ini belum juga juga menikah, Bu. Jodohku bukan di tangan mereka,  pun bukan mereka yang akan menjalani rumah tanggaku nanti. Percayalah Bu, diam-diam aku pun sedang memantaskan diri. Diam-diam aku sedang mempersiapkan diri dan juga berusaha lewat doa-doa yang selalu kulantunkan di setiap sujudku pada-Nya. Tak usah ibu khawatir, karena suatu hari nanti aku akan memperkenalkan lelaki pilihanku, yang terbaik, yang akan menggantikan tugasmu untuk menjagaku.



( REPOST from http://www.hipwee.com/daripembaca/ibu-bersabarlah-suatu-saat-nanti-aku-pasti-akan-membawa-pria-pilihanku-untuk-meminta-restu-padamu/ )
by: Asih Setiani

Tuesday, May 5, 2015

5 Mei Bersama Bapak....

Rabu, 5 - 5 - 2015

Masih teringat betul saat kamis malam jumat tanggal 5 - 5 - 2011 jam 23.40
di Rumah Sakit Angkatan Laut Surabaya...
Berdua dengan ibuk menemani bapak dalam sakarotul mautnya,
tanpa tangisan, tanpa rengekan, tanpa firasat buruk, hanya lantunan asma Allah yang terucap sambil memandangi beliau.... masih penuh harap bapak mampu bangkit dari kankernya, namun Innalillahi wainnaillahi rojiun... tarikan nafas panjang nampak jelas dan setelah itu pembuluh darah di leher bapak yang tadinya berdenyut seketika berhenti .. Ya kami sangat sayang bapak,  namun Allah sangat-sangat sayang beliau.

Seorang sosok yang sangaaaaaaat protective pada istri dan anak-anaknya, banyak sekali larangan dan aturan, keras dan kolot heheheh namun selalu memberikan pendidikan dan edukasi attitude serta agama yang baik untuk anaknya... Selalu memaksa kami untuk bekerja keras, jarang memanjakan anak-anaknya meskipun saya anak cewek sendiri dan bungsu di keluarga juga tetep perlakuannya, model baju modis yang dibilang bapak aneh-aneh juga sering dilarang, nginep-nginep di rumah teman atau maen-maen sampe malem gak boleh, pacaran gak boleh *garis keras* wkwkwk tapi  bapak selalu kasik kebebasan dan mendorong anak-anaknya untuk maju berkembang, untuk mengikuti banyak organisasi atau komunitas atau ketrampilan apapun yang bermanfaat.. Waktu masih jaman labil sih sering banget nggondok sama sikap bapak yang unik dan berbeda dengan orang tua teman-teman saya. Tapi saat menginjak dewasa, saya sadar itu semua tanda sayang bapak kepada kami, hanya saja caranya yang unik dan menjengkelkan itu tadi cukup buat menghelas nafas dan ngomel-ngomel hehhehe :)
Terimakasi bapak, mampu menjadikan hoka seorang gadis yang kuat tanpa sering merengek. Menjadikan hoka yang sering takut dosa kalo berbuat dosa (meskipun kadang-kadang khilaf hhuhuu), mampu menjadikan hoka yang disiplin (kadang-kadang juga mbeleset sih) dan mudah beradaptasi di lingkungan baru, mampu menjadikan hoka gadis dari keluarga sederhana yang mudah membawa diri dan gak malu-maluin jika bertemu di tempat mewah bersama orang-orang menengah ke atas, mampu menjadikan hoka tetap nyaman ngobrol panjang lebar dengan ramah bersama kumpulan masyarakat menegah ke bawah di emperan sekalipun, keep humble dan gak boleh pilih-pilih temen, selalu jaga silahturahmi terutama sama orang2 tua, mengerti balas budi, selalu mau kerja keras dengan usahanya sendiri, disuruh jualan, disuruh banyak nanya-nanya, disuruh naik pohon, disuruh hadooh banyak dan kadang malu males gengsi juga mau dilakuin, tapi ujung-ujungnya pasti dilakuin, karena bapak selalu berkali-kali bilang kalo saya dan mas-mas saya malu atau gak mau nyoba melakukan sesuatu "Ngapain maluuu?? malu itu klo kamu nyuri" ato "Apa yang gak bisa?? semua itu bisa kalo mau nyoba" dengan nada kerasnya hehehe SIAAAP BOS !! Dan banyaaaak lagi yang sangat berkontribusi dalam pembentukan karakter saya..

Peluk eret dengan doa yang tulus dari gadis kecilmu ini, smoga Allah mempertemukan kita di jannah bersama ibu, mas, dan keluarga lainnya.. Aamiin Allahumma Aamin

*foto disamping kiri saat masih lumayan sehat, msh berisi.. waktu kritis udah bnr2 cuma tulang sama kulit :(


Surabaya, 5 Mei 2015

- hoka rahayu-

Friday, December 5, 2014

Save The Best For The Last.. Bersabarlah menanti, sembari memantaskan diri :)

Aku pernah mencoba dengan dia yang salah. Kau pernah gagal menjelajahi labirin hatinya sampai kehilangan arah.
Tapi bukankah setiap pagi selalu menawarkan kesempatan baru? Bukankah setiap orang berhak atas perjalanan yang lebih menjanjikan untuk dijalani kemudian?
Demimu, aku rela menunggu. Demi kau, aku bersabar dan berjibaku demi memantaskan diriku.”

Hey kamu, yang juga sedang berjuang menahan diri


Untukmu yang sedang berjuang menahan diri,
Apa kabar dirimu? Jika bisa, rasanya ingin kutawarkan tempat duduk di sisiku khusus untukmu. Ingin kupandang wajahmu lekat-lekat lalu bertanya,

“Beratkah hari-harimu belakangan ini? Cukup menyenangkan kah pekerjaan yang sedang kau jalani? Atau kau masih berkutat dengan teori dan buku yang membuatmu terjaga sampai dini hari?”
Harapanku, semoga kamu dan kehidupanmu di sana berjalan mulus tanpa gangguan yang berarti. Doaku tak putus-putus untukmu, kukirim dari sini.
Seandainya sekarang kita sudah bisa berjumpa, ingin kuceritakan semua rasa yang sudah sekian lama mengendap di udara. Melihat kuatnya hasratku bercerita, tampaknya kelak pertemuan kita akan lebih mirip reuni dua sahabat lama dibanding pertemuan dua orang yang sedang dimabuk cinta.
Sampai hari itu tiba, kumohon tabahkan dirimu. Semesta sedang berjingkat mengurus pertemuan kita di satu masa paling sempurna. Yakinlah ia akan segera ada di hadapan mata.


Padamu, yang kuyakini telah ditakdirkan namun tetap perlu diperjuangkan

Kamu memang telah ditakdirkan, namun tetap butuh diperjuangkan. Kita adalah dua manusia yang sebenarnya berjuang di arena pertarungan serupa, hanya saja dari dua tempat berbeda. Kau berjuang menjaga mata, aku di sini mencoba sekuat tenaga membentengi hati sampai kau tiba.
Beragam godaan itu tetap ada. Mulai dari ajakan nonton, makan bersama, sampai tawaran diantar pulang ketika waktu sudah kian malam. Sebagai manusia biasa, kadang aku tergoda. Iri rasanya melihat rekan-rekan sejawat tampak punya pasangan yang selalu bisa diandalkan. Sedang aku, harus sabar menghadapi dunia seorang diri sembari menunggumu datang.
Maka Sayang, jangan pula kau keluhkan keterbatasanmu. Memang benar, kau sering diejek tidak laki-laki karena tak kunjung menyampaikan perasaanmu. Tak jarang juga kau diberi label “jomblo abadi” sebab hidupmu nihil wanita yang mendampingi. Sesekali merasa tak nyaman itu wajar, tapi jangan pernah menyalahkan orang-orang di sekitarmu dan mengutuk keadaan. Mereka hanya belum paham apa yang sesungguhnya sedang kita perjuangkan.
Bukan penjelasan panjang lebar yang bisa menyelamatkan. Orang-orang itu hanya butuh melihat kegigihan dan keyakinan kita:

Bahwa semua perasaan yang belum kita luapkan ini akan menemui muaranya. Menjumpai akhir yang kita tunggu sebagai pesta perayaan. Jika menahan diri untuk tidak membuka hati pada sembarang orang adalah puasa, berjumpa denganmu jadi momen berbuka yang telah ditunggu sekian lama.
Saat pertemuan itu terjadi, kita akan saling menatap dengan penuh isyarat. Mata kita bertaut merayakan kemenangan. Kita dua orang yang sama-sama keras kepala berjuang demi akhir yang sebenarnya belum bisa diperkirakan. Kita, sepasang cinta yang dipertemukan tanpa proses pendekatan. Kau dan aku, sepasang manusia yang lekat tanpa pernah harus berpelukan.

Tak perlu khawatir, Sayang. Seburuk apapun dirimu, tangan ini akan tetap terbuka. Dulu, aku pun pernah jadi versi brengsek dari seorang manusia


Seburuk apapun dirimu, kau akan tetap kuterima.
Datanglah padaku dengan apa adanya. Kau tak perlu harus sangat kaya raya, rupawan, atau punya kesabaran tanpa batasan demi menjadikanku pasangan. Sungguh, versi ideal macam itu tak begitu penting di mataku. Aku pun tak akan repot bertanya berapa banyak hati yang sempat kau lewati sebelum diriku. Buat apa? Toh tanpa mereka, kau yang sebaik hari ini juga tak akan ada. Walau kadang cemburu, aku akan berusaha sekuat mungkin untuk berdamai dengan masa lalumu.
Bagiku, cukuplah kamu yang muncul di depan pintu sembari berkata,

“Aku sudah selesai dengan diriku. Sekarang aku ingin menjalani hidup bersamamu.”, kata-kata sederhana macam ini sudah bisa melelehkan hatiku.
Aku juga bukan manusia sempurna. Dulu, aku sempat menjelma jadi versi brengsek seorang manusia. Aku pernah menyakiti orang-orang yang menyayangiku tanpa syarat. Aku pernah melakukan kebodohan dengan menyerahkan hati pada orang yang salah. Dalam beberapa kesempatan, air mataku sempat menetes karena menangisi kehilangan yang serasa seperti kiamat.
Kau bisa menemukan tweets dan status Facebook-ku yang penuh kata-kata puitis nan galau. Jika menggali postingan lama blog-ku akan kau temukan aku yang sempat mencintai orang lain sedalam itu. Tak perlu cemburu. Aku yang kini sudah selesai dengan romantisme picisan macam itu.
Setelah mendengar ini, semoga kau tak kecewa. Aku hanya berharap kau melihatku sebagai orang yang pernah salah arah, tapi rela berjuang kembali ke jalan yang “benar” biarpun sampai harus berdarah-darah.

Bersabarlah. Hingga tiba hari di mana kita bisa berbagi rengkuh dan merayakan peluh tanpa perlu khawatir dosa


Bersabarlah sampai kita bisa merayakan kemesraan tanpa dosa.
Aku tahu pasti tak enak rasanya. Mengabaikan semua goda untuk punya pendamping sementara yang bisa diajak bercerita. Tak mengindahkan rasa butuh diusap sayang oleh seseorang setiap lelah datang. Mungkin gagal dan sakit memang membentuk kita jadi penyintas yang rela mengakrabi sepi. Atau bisa jadi, rasa lelah karena terus-terusan gagal menjadikan kita malas membuka hati demi yang dia yang tidak pasti.
Setiap rasa sepi dan sendiri itu menyeruak, selalu ingatlah. Kau tak sendiri. Kita sejatinya sedang bergumul di satu garis emosi.

Saat kau peluk gulingmu erat-erat, aku pun sedang sibuk berharap bisa tidur nyaman di atas bahumu cepat-cepat.
Waktu kamu merasa nelangsa karena makan seorang diri,  aku disini pun tak lebih baik nasibnya. Sembari menyendok salad penuh fetta cheese , aku berdoa semoga bisa segera bertemu kamu untuk punya agenda makan malam bersama yang penuh canda.
Demi kebersamaan sederhana macam itu, kau memaksaku makan malam penuh lemak di Rumah Makan Padang pun tak apa. Selama muka kepedasanmu bisa kutemukan di depan mata.
Jarimu berteriak butuh genggaman. Pinggangku menjerit ingin direngkuh saat menyeberang jalan. Kita berharap segera saling menemukan.

Tapi bukankah hal-hal baik selalu membutuhkan waktu tunggu? Antre dokter saja kita rela menanti berjam-jam. Memalukan ‘kan jika cinta justru kita harap datang tanpa proses panjang?
Akan tiba masa dimana kita bisa saling merengkuh, meluapkan kasih lewat peluh. Akan datang malam-malam hangat ketika kita bisa berbagi selimut berdua. Main petak umpet, lompat tali, bertanding uno dan adu main domino — atau sesederhana bercinta di bawah hangatnya kain penutup badan tanpa perlu lagi khawatir pada ancaman api neraka.
Berdua, kita menggenapkan hidup masing-masing. Berdua, kita rayakan surga dunia tanpa perlu lagi takut dosa.


Sampai hari itu datang, jangan lelah untuk terus berjuang. Meski tak bersisian, ketahuilah kau tak pernah sendirian


Bersabarlah, hingga kita bertemu di masa yang paling tepat.
Sebelum tiba waktunya kita ditakdirkan untuk saling menemukan, kau dan aku hanya harus menambah tabungan ketabahan.
Hidup terlalu singkat untuk terus-terusan mengeluhkan kesepian. Hatimu terlalu berharga jika diisi dengan kesibukan untuk mengurusi cinta yang hanya sementara.
Setiap kau merasa sendiri dan tak ada yang mendampingi, ingatlah padaku. Seseorang yang belum pernah kau temui. Manusia keras kepala yang kata orang punya imajinasi liar dan gila — karena rela mati-matian menjaga diri agar pantas menyandingmu yang entah kapan datangnya.
Tidakkah fakta ini harusnya membuatmu merasa punya rekan? Aku mendampingimu dalam diam. Barang sedetik pun, kau tak pernah sendirian.


Salam kecup jauh dariku,

Seseorang yang tak pernah lelah berjuang memantaskan diri untukmu

(REPOST from http://www.hipwee.com/hubungan/untukmu-tujuan-akhirku-memantaskan-diri/ )
-nendra rengganis-

Thursday, December 4, 2014

- Hati-Hati Menumbuhkan Harap -

Batu sekeras apapun akan hancur oleh hujan yang tak pernah berhenti.
Besi sekuat apapun akan rapuh dan berkarat oleh hujan yang tak pernah berhenti.
Tanah segersang apapun bisa menjadi subur oleh hujan yang tak pernah berhenti.
Akan aku beritakan sesuatu kepadamu,
Hatimu ini ibarat batu, ibarat besi, atau tanah gersang.
Jika pada suatu hari hujan datang 

Dan sedikit demi sedikit karena keteguhannya kamu akan menjadi luluh.
Paling tidak kamu harus mempertahankan dirimu cukup lama untuk mengetahui, 
apakah hujan hanya sebentar kemudian datang musim kering lagi hingga bertahun-tahun.
Atau dia hanya datang menggodamu dengan mendung dan gerimisnya dan setelah kamu sebagai tanah gersang berharap hujan turun, ternyata dia justru turun di tempat lain.
Hati-hati menumbuhkan harap


-kurniawan gunadi-

FACT ABOUT HOKA RAHAYU

Benernya di tag beberapa temen di instagram buat tantangan #factsaboutme, tapi udah lamaa bingit jadilah share di blog aja yaa daripada udah basi juga di IG heheh yang penting biar nampak kekinian getoooh :") okelah yaa dicoba...
so here we goooo !
1. Lahir dg bobot 4,8kg panjang 43cm .. sekarang tinggi 178cm bobot ** kg (udah deh kira2 aja sendiri)
2. Hoka? Hah? Hokahoka bento? *jedaaaas* sering dapet tanggepan gitu klo baru kenal.. gak ada sedikitpun inspirasi dari makanan khas jepang itu --" karena hoka berasal dari bahasa Aceh yang berarti kemana~ (heran juga artinya begituan, tp ternyata makna dan sejarahnya dalem banget, maicii bapak nama hoka-nya) :"")))
3. Hoka itu wanita kuat !! Kuat saat tersakiti, kuat saat dihujat, kuat saat dibentak, kuat saat orang-orang sekitarnya lagi sedih, kuat angkat galon, kuat angkat beras, dll.. paling gak kuat klo kelaparan bangeets jd pendiem deh..
4. Suka ungu, pink, dan warna-warna kecewekan lainnya tp mayoritas baju, rok, celana, tas, dan spatu warna item poloooss..
5. Kadang wise, kadang childish, kadang (macak) pinter, kadang (pura-pura) longor.. klo menurut saya sih sering wise (metuwek) dan longooorrr *kontradiktif sih tp ya gt* gak tau lagi klo menurut mas anang?? Huwekekek
6. Sesungguhnya saya itu tinggi dulu baru maen basket.. tapi orang-orang banyak yg ngira hoka tinggi karena basket.. cuiiiihhh pdhl hoka tinggi krn suka makan pohon kelapa --"
7. I'm lucky having a great family (ibuk, alm bapak, dua kakak cowok, mbk ipar, dan ponakan) they are my treasure :* apalagi ntr klo udah ada suami, lengkap deeeh :"))
8. Cita-cita jaman kecil pengen jadi pramugari dan ngajar ngaji di TPA.. pramugarinya udah endak mungkin, guru ngajinya masih mungkin kok :) cita-cita sekarang pengen ngurusi suami, anak, dan rumah trs sm usaha kecil2an yg berpenghasilan gede wkwk aamiin

9. Short term memory : jd apa2 sering dicatet.. klo barang-barang gitu sering ketlisut gak tau deh, dan klo lupa nama orang (yg sering ketemu gak mungkin lupa) mohon dimaafkan :*
10. Gupuhan, panikan, ceroboh, tergesa-gesa, heboh dewe klo lg emosi.. huuuffftt but always try to control my self.. seloow hokaa seloowww santai yaa, istighfar syg..
11. Kurang tertata isi tasnya, jd klo nyari apa gt sampe diobok2 sambil keburu buru --,,---
12. Lebih suka pake rok daripada celana .. feminim abiiss kan? *pdhl klo pake celana berasa sempit gara2 kegedean paha sm betis* *alhamdulillah ya*

 13. Pertama kali berhijab 5 April 2011 dan ati rasanya legaaaa banget .. smoga selalu istiqomah :)
14. Tipe tipe keturon.. gampang banget ketiduran dimana aja, pdhl yo lg kumpul sm tmn2 di tempat rame lho
15. Masih proses perbaiki diri dan menanti pangeran berkuda ungu yang mau menerima segala kekurangan hoka dengan penuh kesetiaan *mari kita Aamiin-i bersamasama .. Aamiin Aamiin
16. Karena tinggi jadi banyak peluang ikut ini itu tp Jaman SD pendiem sampe SMP ikutan PMR wkwkwk sempet ikutan agency OQ Modelling juga tapi mungkin bukan jalan saya disana hehehe. Truss trus jaman SMA pengen banget jd paskibra propinsi ato kota tp pas awal seleksi di tingkat kota gt udah gak lolos, disamperin sm panitianya pak yg nyeleksi gt sm blg "mbak tingginya bagus lho, tp beda sendiri klo di barisan, jd gak setara sm cewek2 lainnya di barisan, kata si bapak yg akan selalu saya ingat" dan akhirnya semenjak itu nggondok deh males aktif lg di paskib SMADA dan fokus maen basket sekolah, trs ditawari club sahabat surabaya, trs jadi enjoy di dunia perbasketan deh sampe2 kuliah msk Teknik Industri UB cm pake sertifikat basket. Krn basket juga saya jadi mudah bersosialisasi dan bs keliling sebagian kotakota serta pulau lain di indonesia, coba paskib mungkin beda lagi ceritanya heheh yaaaappp Allah selalu punya rencana baik untuk hambanya :))) #mendadakcurhat

17. Paling seneng liat adek-adek gendut, punel, ginukginuk.. rasanya pengen bgt dibawa pulang aja.. guemeees
18. Sering tengkar-tengkar kecil sm mas agam, klo sm mas nagan gak pernah blaaaass.. tau tuh susah bgt akur, klo adem ayem boseni emg wkwkk but i always love my brothers.. they will be my friend, my brother, my father, but cannot be my mother and my husband lho bbzzzzzttt ojo sampe :3
19. Sesungguhnya lebih baik tinggi badan daripada tinggi hati .. so keep humble ! :))
20. Flexibel ! Tp kadang sering diem ato nggondok gt kalo ada something yang gak sesuai sm atinya naah lo paling males kan hehehe but i'm trying to change it.. must !!!!!
21. Kadang pendiem, tp lebih sering pecicilan bangeets ..
22. Suka salah teks klo nyanyi tp pede aja langsung diterabas, penting nadanya bener udah bahagia kok hahaa

23. lumayan gaptek, plisssss jgn jadi dinosaurus hokaaaa :"'''
24. Suka baca-baca artikel ato buku tentang self development, people development, about business, biografi orang2 susah jadi sukses dengan seluruh proses ngesot-ngesotnya, tentang keislaman, yang mbanyol, yang enteng gak terlalu berat deh.. karena bobot sama dosa nih udah berat banget :3
25. I love my self, my life, and everything i have.. Alhamdulillah sekali Ya Allah :)
26. Insya Allah selalu tepat janji dan ONTIME.. kalopun gak ontime mesti pamit dulu "eh sorry hoka ntr telat yaaa", tp pas sampai TKP tetep aja banyak yang lebih telat dan dateng dengan suwantai bgt gak pake minta maaf *tauu aah gelap - langsung betek*
27. Menganut kepercayaan "Life balancing" selalu berusaha menyeimbangkan hidup mulai dari kehidupan pribadi, kerjaan, ngegahol sm temen, quality time sm keluarga,  dan prioritas ibadah tentunya (aamiin hrs bener-bener diusahakan dan istiqomah) 


dan dari semua kebiasaan hoka bisa ditarik kesimpulan kalo saya seorang ENFP ! yaaappp hasil tes MBTI berkali kali tetap saja ENFP hehehe, berikut detail untuk Strengths and Weaknesses dari seorang ENFP (langsung liat pict aja)
UDAAAAAH GITU AJAAAAA. THANKYOUUUUU  :)))